Tinutuan


Kurleb 12 tahun yang lalu saya pernah tinggal di Maluku, tepatnya dikota Ternate. Seiring berjalannya waktu, lambat laun saya banyak mengenal aneka hidangan ala "Pangana Pagoda Pastiles" ini.
Nggak semua hidangan disana cocok untuk saya, tetapi setidaknya itu adalah awal permulaan yang baik untuk pucuk lidah saya yang asli Jawa dan terbiasa dengan hidangan Jawa. Dikarenakan hengkang ke pulau seberang melalui lautan lepas tak terbatas ! Naik kapal tentunya, masa mo membelah laut ! Dari situlah lidahku ini mulai beradaptasi dengan hidangan ala sono,begono ...
Hidangan ini aslinya adalah dari Menado - Sulawesi.
Di Maluku timur dan sekitarnya, banyak sekali para pendatang dari Sulawesi. Dari situlah hidangan ini mulai kukenal, juga termasuk hidangan2 lainnya yang nyammi dan cocok untuk lidah juga lambung saya. Banyak sekali pengalaman pahit saya selama tinggal dipulau itu hingga rasanya tak ingin kuingat2 lagi drama2 tragis disana. Tapi berhubung saya suka dengan sebagian hidangan ala sono, yo ndak popo kalo masak saja dan mengingat saja makanan enaknya.
begitulah hikmahnya, saya jadi banyak belajar ! Photobucket
Untuk membuat Tinutuan ini, saya gunakan cara saya mengingat lidah saya tetap selera wong Jowo. Padahal ini bubur nasi biasa yang dicampur dengan sayur mayur sesuai selera, tapi hidangan ini pancen nyata enak dan bergizi !
Bahan2 yang kusediakan :
- Bubur nasi (jangan terlalu berair). Dari 1 gelas beras.
- Sayur Labu kuning secukupnya, potong dadu
- Sayur kangkung/bayam secukupnya, potong2 agak kecil (saya pake kangkung)
- 1 - 2 sdm jagung kalengan ( bisa gunakan jagung fresh )
- Sambel ikan teri secukupnya
- 1 siung kecil bawang putih
- 1 sdt minyak untuk menumis
- Sedikit saja air + garam secukupnya
- Tahu goreng sebagai pelengkap
Caraku memasak :
1. Tumis terlebih dahulu bawang putih hingga harum, kemudian masukkan kangkung. Aduk rata.
2. Tuangkan kangkung harum tersebut kedalam bubur, masukkan labu dan jagung kemudian beri sedikit garam dan air. Aduk hingga matang.
3. Sajikan dengan sambal ikan teri ( ikan teri goreng yang ditumbuk dengan sambal terasi ) dan tahu goreng.
Cara pembuatan tinutuan mungkin nggak begitu aslinya, tapi berhubung saya ingin keharuman yang lain dari si bubur dengan nama ngetrendnya Tinutuan ini, maka saya beri tumisan bawang putih dikiiiit aja sebagai pengaharum kangkung. Alhasil, pancen enak ! Jadi nggak berbau sayur godog yang dicampur bubur. Anakku nggak doyan kangkung, tapi setelah dimasak bubur gini mereka tambah apetit. Sikat abis boo ... Selamat Mencoba ....
Photobucket

Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

Mini Terang Bulan Cake

Proll Pisang

Tahu Campur Situbondo