Schadow Schloss



Foto2 ini diambil pada saat kami diatas kapal Bubenberg dalam perjalanan antar danau, dari kota Thun ke Kota Turis Interlaken. Cuaca memang nggak seberapa bagus, dingin dan sedikit berangin walau matahari bersinar. Tetapi sinarnya kadang meredup bahkan kadang jrreeeeng ... tiba2 benderang !
Foto ini adalah sebuah Istana pada jaman dahulu yang sudah tidak aktif lagi raja2 dan para sekutunya, hi hi.... Dan kemudian digunakanlah bangunan tersebut sebagai Gedung pertunjukkan Theater, music dan show2 lainnya. Selain itu ada pula Restaurant dan Cafe juga taman yang luas dengan aneka kebun2 kecil sebagai tempat santai melepas rasa jenuh dengan memandang permukaan Danau yang sangat luas dan indah, taman bermain anak2, begitu pula dengan kebun2 yang lain yang memang disediakan khusus sebagai tempat piknik keluarga dan bisa digunakan untuk Grill Party.
Tidak heran kalau Schadow Park ini sangat ramai pengunjung pada saat musim panas.
Yang membuat saya rada kecut yaitu restaurant di Schadow park ini sangat mahal dan porsinya sangat sedikit, ya begitulah hidangan ala restaurant besar di CH, makanan yang disajikan sebesar ndhog ceplok tapi piringnya besar kayak tampah penapis beras ! Yang mahal bukan hidangannya atau tenaganya tapi Pajaknya ...
Seperti istana barbie atau istana dalam negeri dongeng tapi ini asli dongeng tentang istana ini.
Masih banyak lagi istana2 jaman bahela yang tersebar dipelosok CH tapi saya nggak seberapa intressant dengan dongeng ala istana yang kebanyakkan berkonon konon. Yang lalu biarlah berlalu apalagi kalo sudah beratus2 ribu tahun yang lalu, simak dalam pelajaran sejarah. Begitcuuu ...
Foto diambil oleh salah satu precilku Pinkan, dengan menggunakan hp-nya. Lumayan hasil jepretannya ...

Kommentare

Elyani hat gesagt…
hehehe....kebayang telur ceplok piringnya segede tampah...bisa buat duduk Suneo juga kali ya, Dith!
Lambertus L. Hurek hat gesagt…
Hooohooo.. si Pinkan sudah bisa bikin gambar bagus di danau, en suasananya bikin kitorang pe mata tambah sehat.
Itu gedong macam bangunan2 tua di kota-kota kita macem Jakarta, Surabaya, Malang. Bedanya di Swiss dirawat baek2 untuk plesir, di sini banyak yg rusak, atawa jadi rumah hantu.
Ada baeknya nasi cuman sebesar telor mata sapi. Hehehe... Mungkin pemerentah Swiss mau ajarken ke rakyatnya untuk diet, tra usah banyak2 karbohidrat. Itu gaya hidup sehat lah. Selamat melancong, moga2 tidak kesepian di negara arloji. Daag!
judith hat gesagt…
Terimakasih untuk Elyani dan mas Hurek. Minta Doanya ya untuk judith dan Famili ...

Salam.

Beliebte Posts aus diesem Blog

Mini Terang Bulan Cake

Proll Pisang

Tahu Campur Situbondo