Dakochan Brownies-ku


Gregetan nggak tau mo kasih nama apa buat brownies-ku ini, eh ketemunya nama Dakochan hihi. Karena si Brown ini pada the end nya aku taburi saja gula halus dan letakkan beberapa buah cerry kaleng biar keliatan ayu si Brown-ku ini.
Mengingat waktu yang sudah cukup mepet, suami dan precil2 pingin cake coklat buat cuci mulut, katanya ... Padahal kalo cuma cuci mulut sih gosok gigi sono ! Kan mulut dan bibir sekaligus jadi segaaarrrr ....
Yang ini sih bukan cuci mulut tapi cuci baskom, piring, sendok setelah semua finish. Tapi tetap saja kulakukan demi mereka yang lagi pingin, hihi kebetulan mataku lagi melék nggak bisa tidur lantaran minum setengah liter Capuccino, haha anggap aja dopping !!
  • Bahan :

- 250 gr. mentega, 100 gr. gula pasir, 170 gr. terigu, 100 gr. kepingan coklat, 300 cc. susu kental manis, 3 btr. telur, 75 gr. coklat bubuk, 1/2 sdt. vanilli, 5 sdm. susu cair non fullcream, 7 btr. buah cerry kaleng.

  • Cara membuat :

1. Kocok terlebih dahulu mentega dan gula hingga rata dan agak putih kemudian masukkan telur satu persatu sambil terus kocok.

2. Rendahkan kocokkan mixer, masukkan terigu sedikit demi sedikit, susu kental manis dan kemudian susu cair sambil terus kocok pelan dan rata.

3. Terakhir masukkan kepingan coklat dan buah cerry, aduk rata. Matikan mixer.

4. Tuang adonan dalam loyang ukuran 26 x 19 x 4 cm (kebetulan saya gunakan loyang ini), atau bisa juga gunakan loyang ukuran 24 x 24 x 4 cm yang telah diolesi margarin dan ditaburi terigu.

5. Taburi kenari iris tipis diatasnya. Panggang dalam oven dengan temperatur 180°C hingga matang. Angkat dan dinginkan.

6. Taburi permukaan brownis dengan gula halus, ayak. Hiasi dengan buah cerry atau sesuai selera. Potong2 dan hidangkan.

Sepertinya resepku ini memang sangat sederhana tapi memang begitulah caraku masak. Pinginnya sih kuhiasi dengan aneka topping tapi pada saat itu aku dah tidak ada waktu. Beginilah jadinya kayak dakochan pake bedak hehehe, hiks ... Selamat mencoba.

Good luck ...

Kommentare

Lambertus L. Hurek hat gesagt…
hmmmm.. masakan sampean kok enak2 ning. eh, temanku makhluk swiss itu kalau ke sini suka cerita keju, bawa puluhan foto sapi di padang.... wah, ndeso tapi keren.
met masak, met kerja...
Judith hat gesagt…
Emang iya sih di Swiss banyak pegunungan2 ya seperti desa2 gitu tapi bagus banget, bersih, sejuk..
Kalo musim panas, semua pegunungan nampak hijau ... Trus kalo musim dingin semua pegunungan Putiiihh tertutup salju. Tapi para sapi tetap saja fleksibel di segala cuaca ... Thanks ya Mas Hurek. GBU.

Beliebte Posts aus diesem Blog

Mini Terang Bulan Cake

Proll Pisang

Tahu Campur Situbondo